Wednesday, March 31, 2010

Marley And Me (2008)

English:
Marley and Me is not a romantic comedy, he is more accurately described as a family drama John Grogan's life and ins and outs that he passed along with his dog Marley.

While John was married to Jenny, he did not want to rush burdened with children. Therefore, he decided to 'bribe' Jenny with a dog. Following the advice of friends, they also choose which type of Labrador named Marley. An entirely unexpected are both super stubborn Marley. He was hyperactive, hobbies bit of everything, and is a true craftsman troublemakers.

Up here, most people might think that going to arise later quarrel between John and Jenny before Marley later 'help' to reconcile them. Plot usual cliches like that also are present in my mind, so that when the film actually took the approach of drama with a real family bicker and adults, ranging from miscarriages, problems of employment, until the complexity of having children. I was quite surprised with the selection of this theme (later, I just know that Marley and Me taken from the autobiography John Grogan in real life).

The film is based on two characters, John Grogan and Marley himself. Salute to the appearance of Owen Wilson. He and the dog is able to display an amazing chemistry. Towards the termination of the film, the totality of his acting as a dialogue with the dog almost certainly thrill your heart, because if ever a dog sooner or later you must have had similar personal experiences. Jennifer Aniston is also supported as Jenny and the ability to share chemistrynya between Wilson and the dog Marley, unfortunately its focus on the screen slightly reduced in the quarter-end of the film. Of course, the dog's cute face going to make a lot of girls shouted "Awww ... cute!"

Marley and Me probably will disappoint viewers who just looking for a light comedy entertainment. Marley doings of delinquency is not funny (I laughed only once during the movie!), The dialogue is realistic rather than leaning too over-the-top, you could say this movie fails as a comedy. But he was very successful as a drama, in fact, every person who ever owned a dog shall maintain or watch this movie.





Indonesia:
Marley and Me bukan film komedi romantis, ia lebih tepat disebut sebuah film drama keluarga kehidupan John Grogan dan lika-liku yang ia lewati bersama dengan sang anjing Marley.

Ketika John menikah dengan Jenny, ia tidak ingin buru-buru terbebani dengan anak-anak. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk ‘menyogok’ Jenny dengan seekor anjing. Mengikuti saran sang teman, mereka pun memilih jenis Labrador yang kemudian dinamai Marley. Yang sama sekali tak disangka keduanya adalah Marley super bandel. Ia hiperaktif, hobi menggigit segalanya, dan merupakan tukang onar sejati.

Sampai di sini, kebanyakan orang mungkin beranggapan bahwa nantinya bakalan timbul pertengkaran antara John dan Jenny sebelum Marley nanti ‘menolong’ untuk mendamaikan mereka. Plot klise biasa seperti itu juga yang hadir di benakku, sehingga ketika film justru mengambil pendekatan drama dengan cekcok keluarga yang nyata dan dewasa, mulai dari keguguran, problem pekerjaan, sampai rumitnya punya anak. Saya cukup terkejut dengan pemilihan tema tersebut (belakangan, saya baru tahu bahwa Marley and Me diangkat dari buku otobiografi John Grogan di kehidupan nyata).

Film ini bertumpu pada dua karakter, John Grogan dan Marley sendiri. Salut untuk penampilan Owen Wilson. Ia dan sang anjing mampu menampilkan chemistry yang mengagumkan. Menjelang pengakhiran film, totalitas aktingnya ketika berdialog dengan sang anjing hampir pasti menggetarkan hatimu, karena bila pernah memelihara anjing cepat atau lambat kamu pasti memiliki pengalaman pribadi yang serupa. Jennifer Aniston juga mendukung sebagai Jenny dan mampu membagi chemistrynya antara Wilson dan si anjing Marley, sayang fokusnya di layar sedikit berkurang di perempat akhir film. Tentunya wajah imut si anjing bakalan membuat banyak gadis berteriak “awww… imut!

Marley and Me mungkin akan mengecewakan penonton yang sekedar mencari hiburan komedi ringan. Polah kenakalan Marley tidak lucu (saya hanya sekali tertawa sepanjang film!), dialognya juga condong realistis ketimbang over-the-top, bisa dibilang film ini gagal sebagai komedi. Tetapi ia sangat berhasil sebagai sebuah drama; in fact, setiap orang yang pernah memelihara atau memiliki anjing wajib menonton film ini.




Info: imdb

Download film Marley And Me versi DVDrip ARiGOLD: Download CD1, Download CD2

Download Subtitle Indonesia Marley And Me: Sub Indo

Transformers: Revenge of the Fallen (2009)

English:
The first Transformers movie was a surprise in 2007. Although everyone knows that this movie going to be successful, they did not think this movie until I can break the 300 million USD, critics praise, and successfully picked up a name that is synonymous with children's toys became popular franchise. Michael Bay directly contracted to make a sequel, this time given the green light for a bigger budget. With the name Michael Bay, Transformers, and combined into one large budget what we get? A film from beginning to end indulgence in the explosion? Exactly one hundred percent.

Two years have passed since the end of the first film. The U.S. government has been able to accept the existence of the Autobots and an elite group called NEST was founded to fight the Decepticons are left. While the Autobots are still busy fighting the Decepticons, Sam started a new chapter in his life by going to college. Go to college for Sam is a big change because he will do with Mikaela so long-distance courtship. In addition to starting a new round of college life, Sam is also getting a strange ability after holding the crystal fraction Allsparks. Now in Sam's brain saved all the secrets of Cybertron.

Back in the government and the robots tightened after a government agent Galloway pointed out that the robots have brought "their war to Earth." Any confusion is then used by the Decepticons to steal information about where the Allsparks and Sam. The Decepticons successfully revive Megatron ... but that's not the most horrible thing. Megatron still has a leader; a Decepticon named Fallen - which already existed on earth since thousands of years ago.

Apparently when making this film, the Bay is too busy wasting budget provided to him to make the effects of robots and explosions here and there. Unfortunately, he forgot one important thing in the movie: the story. There is no point in watching a movie full of scenes of explosions and metal clashing if we do not understand what is happening on screen. That is the feeling when watching this movie. If you're not a fan of Transformers, I think your feelings during the film going like this: "Huh? Why is it a robot? "Or" Loh? That robot loads come from? "And so on until your brain decides to ignore it.

Michael Bay tried to balance the elements of action in this movie with elements of drama. Duet Sam's mother's father was again present hilarious in this film, but the joke they were long, enforced, and Jayus rather than hilarious. In addition there are also scenes of vulgar humor kind of a robot memeluki and ... I can not write those words here ... Megan Fox feet. Fortunately there are still some scenes that are funny because of the presence of a duo John Turturro and Ramon Rodriguez. (The scene with the Taser makes people segedung watching movies where I laughed out loud).

So the appearance of two main characters: Shia LaBeouf and Megan Fox is far from impressive. Somehow I was never too happy with his acting LaBeouf that I value very stiff. Watch him from the fourth Indiana Jones movie, the first Transformers, Eagle Eye, and this film and see for yourself how his acting seemed flat. Because of the rigidity LaBeouf appearance too, some scenes could have been thrilling audiences so flat. And Megan Fox is really focused on just a sex symbol penggaet man in this movie. And do not get me wrong, Megan Fox IS hot, but then there is' More Than meet the eye? Why not give him a chance at acting?




Indonesia:
Film pertama Transformers merupakan kejutan di tahun 2007. Walau semua orang tahu bahwa film ini bakalan sukses, mereka tidak menyangka kalau film ini sampai bisa menembus angka 300 Juta USD, mendapatkan pujian kritikus, dan sukses mengangkat sebuah nama yang identik dengan mainan anak-anak menjadi franchise ngetop. Michael Bay langsung dikontrak untuk membuat sekuelnya; kali ini diberi lampu hijau untuk budget yang lebih besar. Dengan nama Michael Bay, Transformers, dan budget besar digabung jadi satu apa yang kita dapatkan? Sebuah film yang dari awal hingga akhir mengumbar ledakan? Tepat seratus persen.

Dua tahun sudah berlalu semenjak akhir film pertama. Pemerintah Amerika sudah bisa menerima keberadaan para Autobots dan sebuah grup elit bernama NEST didirikan untuk melawan para Decepticons yang tersisa. Sementara para Autobots masih sibuk melawan para Decepticons, Sam memulai babak baru dalam kehidupannya dengan masuk kuliah. Pergi kuliah bagi Sam adalah perubahan besar karena ia akan hubungannya dengan Mikaela jadi pacaran jarak jauh. Selain memulai babak baru kehidupan kuliah, Sam juga mendapatkan kemampuan aneh setelah memegang pecahan kristal Allsparks. Kini dalam otak Sam tersimpan semua rahasia dari Cybertron.

Kembali di pihak pemerintah dan para robot menegang setelah seorang agen pemerintah Galloway menuding bahwa para robot telah membawa “perang mereka ke bumi”. Segala kekisruhan ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak Decepticons untuk mencuri informasi mengenai di mana letak Allsparks dan Sam. Para Decepticons sukses menghidupkan kembali Megatron… tetapi itu bukan hal yang paling mengerikan. Megatron ternyata masih memiliki seorang pemimpin; seorang Decepticon bernama Fallen - yang sudah ada di bumi semenjak ribuan tahun yang lalu.

Kelihatannya ketika membuat film ini, Bay terlalu asyik menghamburkan budget yang disediakan kepadanya untuk membuat efek-efek robot dan ledakan di sana-sini. Sayangnya, ia lupa satu hal yang penting dalam film: cerita. Tidak ada gunanya menonton sebuah film yang penuh adegan ledakan dan metal saling beradu kalau kita tidak mengerti apa yang terjadi di layar. Itulah yang menjadi perasaanku ketika menonton film ini. Kalau kamu bukan seorang penggemar Transformers, saya rasa perasaanmu selama film bakalan seperti ini: “Hah? Kok ada itu robot?” atau “Loh? Itu robot banyak banget datang dari mana?” dan begitu seterusnya sampai otakmu memutuskan mengacuhkannya.

Michael Bay berusaha menyeimbangkan unsur aksi dalam film ini dengan unsur dramanya. Duet ayah ibu Sam yang kocak itu kembali hadir dalam film ini, tapi joke mereka terasa panjang, dipaksakan, dan jayus ketimbang kocak. Selain itu ada juga adegan humor vulgar macam sebuah robot memeluki dan… saya tidak bisa menulis kata-kata itu di sini… kaki Megan Fox. Untungnya saja masih ada beberapa adegan yang memang lucu karena kehadiran duet John Turturro dan Ramon Rodriguez. (Adegan dengan taser membuat orang-orang segedung bioskop tempatku menonton tertawa terbahak-bahak).

Lantas penampilan dua karakter utamanya: Shia LaBeouf dan Megan Fox jauh dari mengesankan. Entah kenapa saya tidak pernah terlalu suka dengan LaBeouf yang aktingnya saya nilai kaku sekali. Perhatikan dia dari film keempat Indiana Jones, Transformers pertama, Eagle Eye, dan film ini dan lihat sendiri bagaimana aktingnya nampak datar. Gara-gara kakunya penampilan LaBeouf jugalah beberapa adegan yang seharusnya bisa menggetarkan hati penonton jadi datar. Dan Megan Fox benar-benar difokuskan hanya sekedar sex symbol penggaet pria di film ini. And don’t get me wrong, Megan Fox IS hot, tapi bukankah there is more than meet the eye? Kenapa tidak beri dia kesempatan berakting?



Info: imdb

Download film Transformer: Revenge of the Fallen versi DVDrip aXXo: Download

Download subtitle Indonesia Transformer: Revenge of the Fallen: Sub Indo

Battle For Terra (2007)

English:
When people attacked a peaceful planet Terra, the last surviving member of humanity floating in space, the stage is set for all-out war between two races to control the planet. But it would be an unlikely friendship exists between young Terrian pmberontak (voiced by Evan Rachel Wood) and a human pilot who wounded (Luke Wilson) had somehow convince their leaders that the war is not the answer?

A CG-animated action adventure science fiction, the Battle for Terra directed by Aristomenis Tsirbas (The Freak, Terra) from a screenplay by Evan Spiliotopoulos (The Jungle Book 2) and Tsirbas. The film is voiced by all-stars include Evan Rachel Wood (The Wrestler, Down in the Valley), Luke Wilson (3:10 to Yuma, Blades of Glory), Brian Cox (Zodiac, The Bourne Supremacy), David Cross (Kung Fu Panda , Eternal Sunshine of the Mind Net), Justin Long (He's Just Not That Into You, Zack and Miri Make a) Porn, Amanda Peet (Syriana, A Lot Like Love), Dennis Quaid (Vantage Point, Far From Heaven), Chris Evans (Push, Sunshine), James Garner (The Notebook, Space Cowboys), Danny Glover (Shooter, The Royal Tenenbaums), Ron Perlman (Hellboy, Alien: Resurrection) and Danny Trejo (Halloween, the movie Grindhouse). The film was produced by Keith Calder (it Wackness, All the Boys Love Mandy Lane), Ryan Colucci, Dane Allan Smith (TankUp.US, Terra) and Jessica Wu, with original music by Abel Korzeniowski (Metropolis). This film editor is Kathleen J. Jim Gibson and May.

Living in perfect harmony in defying gravity on the cloud-city, the population of the planet Terra is a complete stranger to war. So when Terra was attacked by a man fleeing from civil wars and environmental disasters, many Terrians at first welcomed the invaders as a god. Only the energetic young Mala (Evan Rachel Wood) fights back, luring one of the spacecrafts attack to ruin after his father, who was kidnapped, then save the pilot, a man named Jim (Luke Wilson).

In return for saving his life, Jim promises to help Mala find his father, took him on a dangerous journey to the aircraft carrier Ark-human aging. " Along the way, Mala and Jim learned that they are really people are not so different from one another. But with troops ready to attack Terra Earthforce and make it habitable for Terrians, Mala and Jim must find a way to help the two races living side by side, before it's too late.





Indonesia:
Ketika penduduk planet Terra yang damai diserang, anggota terakhir yang masih hidup terapung kemanusiaan dalam ruang angkasa, panggung diatur untuk perang habis-habisan antara dua ras untuk mengendalikan planet ini. Tapi akan sebuah persahabatan tidak mungkin terjalin antara Terrian muda pmberontak (disuarakan oleh Evan Rachel Wood) dan seorang pilot manusia yang terluka (Luke Wilson) entah bagaimana meyakinkan para pemimpin mereka bahwa perang bukan jawabannya?

A CG-animasi sains fiksi petualangan aksi, Pertempuran untuk Terra diarahkan oleh Aristomenis Tsirbas (The Freak, Terra) dari sebuah skenario oleh Evan Spiliotopoulos (The Book Jungle 2) dan Tsirbas. Film ini disuarakan oleh segala-bintang termasuk Evan Rachel Wood (The Wrestler, Down di Lembah), Luke Wilson (3:10 ke Yuma, Blades of Glory), Brian Cox (Zodiac, The Bourne Supremacy), David Cross (Panda Kung Fu, Sunshine Kekal dari Pikiran bersih), Justin Long (Dia Tidak Benar-Benar Anda, Zack dan Miri Make a) Porno, Peet Amanda (Syriana, A Lot Like Love), Dennis Quaid (Point Vantage, Jauh Dari Surga), Chris Evans (Push, Sunshine), James Garner (The Notebook, Space Cowboys), Danny Glover (Shooter, The Royal Tenenbaums), Ron Perlman (Hellboy, Alien: Kebangkitan) dan Danny Trejo (Halloween, film Grindhouse). Film ini diproduksi oleh Keith Calder (Wackness itu, Semua Boys Love Mandy Lane), Ryan Colucci, Dane Allan Smith (TankUp.US, Terra) dan Jessica Wu, dengan musik asli oleh Abel Korzeniowski (Metropolis). editor film ini adalah Kathleen J. Jim Gibson dan Mei.

Hidup dalam harmoni yang sangat sempurna dalam menentang gravitasi-kota di atas awan, penduduk planet Terra adalah orang asing lengkap untuk perang. Maka ketika Terra diserang oleh manusia melarikan diri dari perang sipil dan bencana lingkungan, banyak Terrians di pertama menyambut para penjajah sebagai dewa. Hanya Mala muda penuh semangat (Evan Rachel Wood) perkelahian kembali, memikat salah satu spacecrafts menyerang untuk kehancuran setelah ayahnya yang diculik, kemudian menyelamatkan pilot-a Jim bernama manusia (Luke Wilson).

Sebagai imbalan untuk menyelamatkan nyawanya, Jim menjanjikan untuk membantu Mala menemukan ayahnya, membawanya dalam perjalanan berbahaya untuk kapal induk penuaan Tabut-manusia '. Sepanjang jalan, Mala dan Jim belajar bahwa mereka benar-benar orang-orang tidak begitu berbeda dari satu sama lain. Tetapi dengan tentara Earthforce siap untuk menyerang Terra dan membuat itu dihuni untuk Terrians, Mala dan Jim harus menemukan cara untuk membantu kedua ras hidup berdampingan-sebelum terlambat.




Info: imdb

Download film Battle For Terra versi BluRayRip 720p: Download

Download subtitle Indonesia Battle For Terra: Sub Indo

Tuesday, March 30, 2010

9 (2009)

English:
Shane Acker animated film direction-with the guidance of Tim Burton-titled 9 this could become an entertainer in his spare time. You may still remember with Tim Burton, director reliable which is very typical to the gothic style and his noir. Peculiarity is very visible from working on some movies, like Batman Returns, Corps Bride, and the most famous is The Night Before Christmas.

This time, Burton returned to give a touch of magic to the movie 9. The film is derived from a short film titled the same name by Shane Acker who became an Oscar nomination in 2005 was the theme of life on earth pascakehancuran by war. Of course, stick with the typical Burton: bleak, full of destruction, death, and the characters pretty horrible.

This story begins with his life 9 (Elijah Wood), a knitted doll in the pascakehancuran. At that time, the earth is not a decent place to live. The human race has been destroyed. There are no trees, the soil dries, and as far as the eye could see who was only human corpses and rubble.

When traveling, 9 met with 2 (Martin Landau), an inventor who helped 9 get his voice so that he could speak. There, it turns out they were seen by Cat Beast who then chase them desperately. Due to protect 9, 2 finally caught. After that, 9 met with 5 (John C. Reiley), 6 (Crispin Glover), 1 (Christopher Plummer), and 8 (Fred Tatasciore). From the stories 5, 9 knowing that their enemy as long as this is a robot. During that time, they hid in a former church building, wait until the robot turns itself off due to running out of power. However, 9 did not think so. He wanted to fight the robot, which has destroyed mankind and kidnapped 2. Joint 5, he entered the enemy's lair and try to save 2. When trying to save 2, 9 and 5 met 7 (Jennifer Connelly), the only female character in this film. 7 has a martial arts expertise is good enough.

2 rescue mission ultimately failed because of 9 to install a key into a robot master named Fabrication Machine. Robot who was inactive the reach 2 to be absorbed his soul. Robot parent is then living, and began producing other robots. So begins a battle between robots and their dolls. The robots start chasing 9 and his friends to be absorbed his soul. Meanwhile, 9 and 1 over disagreements about the best course of action they should take. 9 want to fight the robots and he had the support of his friends. Of the twins 3 and 4, 9 knowing the history and origin of the robot. Of the 6, 9 also know the beginning of their creation. At the end of the movie, 9 decided to mengukuti suggestions 6 to go back to where he woke up early.

Suggestions of what the proposed 6? Whether 9 can be proved in 1 that his actions right? despite having the ending, this film left a lot of puzzles and great questions from the audience.





Indonesia:
Film animasi arahan Shane Acker—dengan bimbingan Tim Burton—yang berjudul 9 ini bisa menjadi penghibur di saat senggang. Anda mungkin masih ingat dengan Tim Burton, sutradara andal yang sangat khas dengan gaya gothic dan noir-nya. Kekhasan tersebut sangat terlihat dari beberapa film yang digarapnya, seperti Batman Returns, Corps Bride, dan yang paling terkenal adalah The Night Before Christmas.

Kali ini, Burton kembali memberikan sentuhan ajaibnya pada film 9. Film yang berasal dari sebuah film pendek berjudul sama karya Shane Acker yang menjadi nominasi Oscar tahun 2005 ini mengangkat tema mengenai kehidupan di bumi pascakehancuran akibat perang. Tentu saja, tetap dengan ciri khas Burton: suram, penuh kehancuran, kematian, dan karakter yang cukup mengerikan.

Cerita ini diawali dengan hidupnya 9 (Elijah Wood), sebuah boneka rajutan di masa pascakehancuran. Saat itu, bumi bukanlah tempat yang layak untuk dihuni. Umat manusia telah musnah. Tidak ada pepohonan, tanah mengering, dan sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah bangkai manusia dan reruntuhan bangunan.

Ketika berkelana, 9 bertemu dengan 2 (Martin Landau), seorang penemu yang membantu 9 mendapatkan suaranya sehingga ia bisa berbicara. Di sana, ternyata mereka terlihat oleh Cat Beast yang kemudian mengejar mereka mati-matian. Akibat melindungi 9, 2 akhirnya tertangkap. Setelah itu, 9 bertemu dengan 5 (John C. Reiley), 6 (Crispin Glover), 1 (Christopher Plummer), dan 8 (Fred Tatasciore). Dari cerita 5, 9 mengetahui bahwa musuh mereka selama ini adalah robot. Selama itu, mereka bersembunyi di sebuah bangunan bekas gereja, menunggu sampai kaum robot mati dengan sendirinya karena kehabisan daya. Namun, 9 tidak berpendapat demikian. Ia ingin melawan para robot, yang telah memusnahkan umat manusia dan menculik 2. Bersama 5, ia masuk ke sarang musuh dan mencoba menyelamatkan 2. Ketika berusaha menyelamatkan 2, 9 dan 5 bertemu 7 (Jennifer Connely), satu-satunya karakter perempuan di film ini. 7 memiliki keahlian bela diri yang cukup baik.

Misi penyelamatan 2 akhirnya gagal karena 9 memasang sebuah kunci ke sebuah robot induk yang bernama Fabrication Machine. Robot yang tadinya tidak aktif tersebut meraih 2 untuk diserap jiwanya. Robot induk tersebut lalu hidup dan mulai memproduksi robot-robot lainnya. Maka, dimulailah peperangan antara robot dan para boneka. Para robot mulai mengejar 9 dan kawan-kawannya untuk diserap jiwanya. Sedangkan, 9 dan 1 selama berselisih paham mengenai tindakan terbaik yang harus mereka ambil. 9 ingin melawan para robot dan ia mendapat dukungan dari teman-temannya. Dari kembar 3 dan 4, 9 mengetahui sejarah dan asal-usul para robot. Dari 6, 9 juga mengetahui awal mula terciptanya mereka. Di penghujung film, 9 memutuskan untuk mengukuti saran 6 untuk kembali ke tempat awal ia terbangun.

Saran apa yang diusulkan 6? Apakah 9 bisa membuktikan pada 1 bahwa tindakannya benar? walaupun memiliki ending, film ini meninggalkan banyak teka-teki dan pertanyaan besar dari para penontonnya.



Info: imdb

Download film 9 BluRayRip: Part 1, Part 2, Part 3

Download Subtitle Indonesia 9: Sub Indo

Monday, March 29, 2010

Mary And Max (2009)

English:
Extraordinary! Mary and Max appeared with his story remarkable, inspirational and touching. A story of true friendship nicely nan was wrapped with clay animation stopmotion technique is very simple, unique yet meaningful. Not as usual, where such techniques are generally aimed at children's film or a family, Mary and Max with enough courage to break through these limits. By presenting the story of a somewhat dark, depressing and filled with adult themes, which was inappropriate for the watch by the children. Although it seems the characters featured here quite funny. For those who never watch or Persepolis Waltz With Bashir might be understood as what Mary and Max. Support the genius of Adam Elliot's script, making the film which won the Annecy International Animated Film Festival 2009, full-filled dialogues full of meaning in every scene. The film also will make the audience laugh with the number of black comedy is quite entertaining. And maybe this movie also makes penontonya moved and sympathetic look at the journey of life and issues affecting the two main characters.

An animated movie clearly is not complete without the presence of the voice, and here the director Adam Elliot's not half-hearted appoint top-class actors and actresses to fill the voices of the karakaternya. Call it the name Toni Collette, Philip Seymour Hoffman and Eric Bana. Here they appear extraordinary, especially Philip Seymour Hoffman and Toni Collette who provided the voice of Max and Mary, so karakater-made character of this clay really look alive and full of emotion. Overall, amid glitter of various CGI animation from major studios such as Pixar and Dreamworks, who appeared with the support of brilliant color and sophisticated special effects nan, Mary and Max appear with the simplicity of his stopmotion clay animation is unique, and extraordinary strength of his story . Salut anyway!





Indonesia:
Luar Biasa!!! Mary and Max tampil dengan kisahnya yang luar biasa, penuh inspirasi dan menyentuh. Sebuah kisah persahabatan sejati nan apik ini dibalut dengan teknik stopmotion clay animation yang sangat sederhana, unik namun penuh makna. Tidak seperti biasanya, dimana teknik seperti ini umumnya ditujukan pada film anak-anak atau keluarga, Mary and Max dengan cukup berani menerobos batasan tersebut. Dengan menampilkan kisah yang terbilang kelam, depressing dan penuh dengan tema-tema dewasa, yang sangat tidak pantas untuk di tonton oleh anak-anak. Walaupun tampaknya karakter-karakter yang ditampilkan disini cukup lucu. Bagi yang pernah menonton Persepolis atau Waltz With Bashir mungkin akan mengerti seperti apa Mary and Max. Dukungan naskah yang jenius Adam Elliot, menjadikan film yang memenangkan Annecy International Animated Film Festival 2009 ini, penuh dengan dialog-dialog yang penuh penuh makna disetiap adegannya. Film ini juga akan membuat penontonnya tertawa dengan banyaknya komedi hitam yang cukup menghibur. Dan mungkin juga film ini membuat penontonya terharu dan bersimpati melihat perjalanan hidup dan masalah yang menimpa kedua karakter utamanya.

Sebuah film animasi jelas belum lengkap tanpa kehadiran para pengisi suara, dan disini Sang sutradara Adam Elliot tidak tanggung-tanggung menunjuk aktor dan aktris kelas atas untuk mengisi suara-suara para karakaternya. Sebut saja nama Toni Collette, Philip Seymour Hoffman dan Eric Bana. Di sini mereka tampil luar biasa, khususnya Philip Seymour Hoffman dan Toni Collette yang mengisi suara Max dan Mary, sehingga karakater-karakter yang terbuat dari tanah liat ini benar-benar tampil hidup dan penuh emosi.
Overall, ditengah gemerlapnya berbagai animasi CGI dari studio-studio besar, seperti Pixar dan Dreamworks, yang tampil dengan dukungan warna cemerlang dan spesial efek nan canggih, Mary and Max tampil dengan kesederhanaan stopmotion clay animation-nya yang unik, dan kekuatan ceritanya yang luar biasa. Salut pokoknya!




Info: imdb

Download Mary.And.Max.2009.m-720p.Power BluRayRip: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4
Password Part 3: mediafiremoviez.com
Gabung semua file pakai HJsplit

Download Subtitle Indonesia Mary And Max: Sub Indo

Wednesday, March 24, 2010

Cloudy with a Chance of Meatballs (2009)

English:
The film is produced by Sony's studios and directed by Phil Lord and Christopher Miller is an adaptation of a children's story book with the same title. The original version is told in flashback format in which a child's grandfather told his grandson about a magical city that rain is in the form of food. Well, this movie version - according to studio Sony - tells about the origins of how the city named Swallow Falls can get that magic.

The boy named Flint Lockwood has always had big dreams and always strive tirelessly to create new discovery after discovery. Unfortunately most of Flint's work always fails and creates havoc for those around him. At the time everyone was skeptical and waited to see what else the resulting failure of Flint, just the mother who believed him and always his motivation. Poor can not be avoided, the mother had passed away and left her with her father who was dear to the child, will still be too stiff and just want to Flint continuing fishery.

Flint himself, of course, not confined by his father and create other inventions that still lead to failure. Latest invention is a device turns water into food (how to change the molecular structure of water and uh uh ... more details see the explanation in the film, yes!). At the time everyone thought that the discovery is going to fail also Flint, Flint was the discovery this time successfully. Face Swallow Falls who had only synonymous with food sardines also changed completely. But if success is going to last long Flint?

If you've used to watch animated movies, will generally recognize a certain pattern from every studio. Pixar studios such as using humor and universal story that can be caught by all circles. Or use the element of parody Dreamworks studio for his jokes. Sony has not had a distinctive trademark, but Cloudy With a Chance of Meatballs could be their new standard. Style funny this movie is very different from the second animation studio that I referred to above. Often the humor is outrageous and the style of over-the-top. Perfect example is the scene where Flint assemble the machine while explaining to the audience what he was doing. After all, all the scenes that have been made on certain norms limit so as to make the audience laugh rather than frowned. Insanely funny but not until jayuz. That's what makes this film memorable for me.

Animation techniques in this film also gets two thumbs up from me. The film is so straightforward in creating a variety of foods that give the impression of rain ranging from beautiful to terrible. Rain burger at the beginning of the movie made me amazed, snow ice cream makes me dripping saliva, then storm spaghetti makes me cringe. Sony said that besides giving a different approach to children's book version, this film is a parody of disaster movies. Sony proves that they do not lie. There are various references on disaster movies such as Twister or The Day After Tomorrow in this film. Compared Disaster Movie who claim me as a parody of disaster movies? Far!

Please also note that the voice in this film are all quite popular. Bill Hader as the voice Flint Lockwood, Anna Farris provided the voice of Sam Sparks is a weather reporter at the same time romantic partner Flint, until Neil Patrick Harris is the voice of Flint monkey assistant, Steve. Two of the most steals my attention even Mr. T as a city cop Earl (Spoiler: there is one scene that shows the superiority Earl as Mr. T, can you find?) And Bruce Campbell as Mayor of Swallow Falls.

Behind all the excess and humor, Cloudy With a Chance of Meatballs not escape from some weaknesses. Because he uses comedy style over-the-top, once or twice there is humor that feels a bit excessive. In addition, changes in a cheerful tone of the story in the first half become darker in the second half a bit too drastic and sudden. Apart from the weakness that, this film more than deserves the best animated film nominated for an Academy Award at this year's event.





Indonesia:
Film yang diproduksi oleh studio Sony dan disutradarai oleh Phil Lord dan Christopher Miller adalah adaptasi dari buku cerita anak-anak dengan judul yang sama. Versi aslinya dituturkan dalam format kilas balik di mana seorang kakek bercerita kepada anak cucunya mengenai sebuah kota ajaib yang hujannya berupa makanan. Nah, versi filmnya ini - menurut studio Sony - menceritakan kurang lebih mengenai asal muasal bagaimana kota bernama Swallow Falls bisa mendapatkan keajaiban itu.

Bocah bernama Flint Lockwood selalu memiliki impian besar dan tanpa lelah selalu berusaha menciptakan penemuan demi penemuan baru. Sayangnya kebanyakan karya Flint selalu saja gagal dan menciptakan malapetaka bagi orang-orang di sekelilingnya. Di saat semua orang skeptis dan menunggu melihat kegagalan apa lagi yang dihasilkan Flint, hanya sang ibulah yang percaya kepadanya dan selalu motivasinya. Malang tak dapat dihindari, sang ibu pun meninggal dunia dan meninggalkannya bersama sang ayah yang sebenarnya sayang kepada sang anak, akan tetap terlalu kaku dan hanya ingin Flint meneruskan usaha perikanannya.

Flint sendiri tentu saja tidak mau terkungkung oleh sang ayah dan menciptakan penemuan-penemuan lain yang tetap saja berujung pada kegagalan. Penemuan terbarunya adalah alat mengubah air menjadi makanan (caranya dengan mengubah molekul struktur air dan eh uh… penjelasan lebih lengkapnya dilihat di filmnya saja ya!). Di saat semua orang menyangka bahwa penemuan Flint ini bakalan gagal juga, ternyata penemuan Flint kali ini berhasil. Wajah Swallow Falls yang selama ini hanya identik dengan makanan sarden pun berubah sepenuhnya. Tapi apakah kesuksesan Flint ini bakalan bertahan lama?

Kalau kalian sudah biasa menonton film animasi, biasanya akan menyadari sebuah pola tertentu dari setiap studio. Studio Pixar misalnya memakai lelucon dan cerita universal yang bisa ditangkap oleh semua kalangan. Atau Studio Dreamworks memakai unsur parodi untuk lelucon-leluconnya. Sony selama ini belum memiliki trademark yang khas, tetapi Cloudy With a Chance of Meatballs bisa jadi standar baru mereka. Gaya lucu film ini sangat berbeda dengan kedua studio animasi yang saya sebut di atas. Sering kali humornya dilakukan gila-gilaan dan dengan gaya over-the-top. Contoh sempurna ada pada adegan di mana Flint merakit mesinnya sambil menjelaskan pada penonton apa yang tengah ia lakukan. Toh semua adegan itu masih dilakukan pada batas norma tertentu sehingga membuat penonton tergelak ketimbang mengernyitkan dahi. Lucu yang gila-gilaan tetapi tidak sampai jayuz. Itu yang membuat film ini berkesan bagiku.

Teknik animasi dalam film ini juga mendapat dua jempol dariku. Film ini begitu lugas dalam menciptakan berbagai hujan makanan yang memberi kesan mulai dari indah sampai mengerikan. Hujan burger di awal film membuat saya terkesima, salju es krim membuat air liur saya menetes, lantas badai spaghetti membuat saya ngeri. Sony mengatakan kalau selain memberi pendekatan yang berbeda untuk versi buku anak-anaknya, film ini juga adalah parodi bagi film-film bencana. Sony membuktikan kalau mereka tidak bohong. Ada berbagai referensi mengenai film bencana seperti Twister atau The Day After Tomorrow dalam film ini. Dibandingkan Disaster Movie yang mengaku-aku sebagai film parodi bencana? Jauh!

Perlu diketahui juga kalau pengisi suara dalam film ini semuanya cukup ngetop. Bill Hader mengisi suara Flint Lockwood, Anna Farris mengisi suara Sam Sparks yang menjadi reporter cuaca sekaligus pasangan romantis Flint, sampai Neil Patrick Harris yang mengisi suara asisten monyet Flint, Steve. Dua yang paling mencuri perhatian saya malahan Mr T sebagai polisi kota Earl (Spoiler: ada satu adegan yang menunjukkan kedigdayaan Earl sebagai Mr T, bisakah kalian menemukannya?) dan Bruce Campbell sebagai Wali Kota Swallow Falls.

Di balik semua kelebihan dan kelucuannya, Cloudy With a Chance of Meatballs tidak luput dari beberapa kelemahan. Karena dia memakai gaya komedi over-the-top, sekali dua kali ada humornya yang terasa agak berlebihan. Selain itu, perubahan tone cerita yang ceria pada paruh pertama menjadi lebih gelap di paruh kedua agak terlalu drastis dan mendadak. Lepas dari kelemahannya itu, film ini lebih dari layak mendapatkan nominasi film animasi terbaik pada ajang Academy Award tahun ini.





Info: imdb

Download Cloudy with a Chance of Meatballs versi BluRayRip: Part 1, Part 2, Part 3
Password: mediafiremoviez.com
Gabung semua file pakai HJsplit

Download Subtitle Indonesia Cloudy with a Chance of Meatballs: Sub Indo

Wall - E (2008)

English:
Lots of parties will hesitate success of this film at the Box Office. Some observers even say that this movie could be the first Pixar film that can not be exceeded 100 Million USD. They say that although this Pixar movie and the quality is definitely good, it's hard to sell an animated film 'dumb' to children. Wall-E is considered a bear market target. Parents do not necessarily like it while the kids might get bored watching it. Of course these observations are wrong. Wall-E Ratatouille success not only exceed the previous year but also get the Oscar for best animated film of that year. In fact, almost all observers say that one word Seiya movie Wall-E is actually the best film of last year and failed to win the award since the Academy Award create a category for Best Animated Movie '. Wow. Sedahsyat what Wall-E?

In the future, Earth is no longer suitable for habitation. Trash strewn everywhere and the pollution is too severe. To save themselves, humans then ride a space shuttle and living outside the orbit. Meanwhile the earth dipasrahi on cleaning robots. Year after year passed, decade after decade passed, century after century passed ... One by one robot left cleaning man was damaged because it is not repaired by leaving a Wall-E. Each day, Wall-E picking garbage and piled and then turn off the system at night. Thus, it continues until at some point a robot suddenly come from space.

Robot with much more modern design of Wall-E is named EVE. He was sent to check if the state of the earth is habitable or not. EVE trying to find a specimen of life on earth and Wall-E who saw it fall in love at first sight. Although originally EVE disregard Wall-E, he realized that this old robot turns out to be the key to the return of human life to earth. How the fate of men who had forgotten the earth so long? Is Wall-E and EVE can be together?

Often when a highlight film so many aspects, fall-fall even they fail because they highlight all aspects of liability and so feels less terbahas. Not so with Wall-E. Watch it once was obvious that Wall-E highlight the three relationships: satire about the message of ecology, satire how humans are now too dependent on technology, and lastly do not know sincere selfless love of a robot. And third is the message conveyed in a single narrative all the intact and complement each other.

The first half of Wall-E is spelled many boring people is precisely the most brilliant moments in this film. Because expressed minimal dialogue, our eyes are practically pampered with how Pixar rendered a grim future of human possibility if we continue to waste the earth we live on now. The effect is really evocative, and menghentaknya same as when I watched An Inconvenient Truth. I Fixed rate Wall-E is more brilliant because An Inconvenient Truth, his documentary about global warming, it is clear that the expected effect of Al Gore when making the film. While Wall-E does not just focus on environmental issues but also the romance between Wall-E and EVA, who is not impressed when they danced with a very romantic in space?

Yet with all the praise that I wrote for the Wall-E, I am fully aware that it is probable that Wall-E will be judged by many as a boring film. Maybe the audience of children in Indonesia have been lulled by watching too much Dora the Explorer so hard to capture the cartoon more weight range Wall-E.





Indonesia:
Banyak sekali pihak ragu-ragu akan kesuksesan film ini di Box Office. Beberapa pengamat bahkan mengatakan bahwa film ini bisa jadi film pertama Pixar yang tidak bisa menembus angka 100 Juta USD. Mereka mengatakan bahwa walaupun ini film Pixar dan kualitasnya pasti bagus, sulit menjual sebuah film animasi ‘bisu’ kepada anak-anak. Wall-E dianggap menyasar pasar yang tanggung. Orang tua belum tentu menyukainya sementara anak-anak mungkin bosan menontonnya. Tentu saja pengamatan tersebut salah. Wall-E tidak hanya melebihi sukses Ratatouille di tahun sebelumnya tetapi juga mendapatkan Oscar untuk film animasi terbaik tahun itu. Bahkan hampir semua pengamat film seiya sekata mengatakan kalau Wall-E sebenarnya adalah film terbaik tahun lalu dan gagal mendapatkan penghargaan tersebut karena penghargaan Academy Award membuat kategori ‘Best Animated Movie’. Wow. Sedahsyat apa sebenarnya Wall-E?

Di masa depan, bumi tidak lagi layak huni. Sampah bertebaran di mana-mana dan polusi sudah terlalu parah. Untuk menyelamatkan diri, manusia kemudian menumpangi sebuah pesawat luar angkasa dan hidup di luar orbit. Sementara itu bumi dipasrahi pada robot-robot pembersih. Tahun demi tahun berlalu, dekade demi dekade berlalu, abad demi abad berlalu… Satu demi satu robot pembersih yang ditinggalkan manusia pun rusak karena tidak diperbaiki dengan menyisakan satu Wall-E. Setiap harinya, Wall-E mengambili sampah dan menumpuknya kemudian mematikan sistemnya pada malam hari. Begitu terus sampai pada suatu saat sebuah robot mendadak datang dari angkasa.

Robot dengan design jauh lebih modern dari Wall-E ini bernama EVE. Ia dikirim untuk memeriksa apakah keadaan di bumi sudah layak huni atau belum. EVE berusaha mencari spesimen kehidupan di bumi dan Wall-E yang melihatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Walaupun semula EVE tidak mempedulikan Wall-E, ia menyadari kalau robot usang ini ternyata menjadi kunci dari kembalinya kehidupan manusia ke bumi. Bagaimana nasib manusia yang sudah lupa bumi begitu lamanya? Apakah Wall-E dan EVE bisa bersama?

Seringkali bila sebuah film menyorot begitu banyak aspek, jatuh-jatuhnya malah mereka gagal karena semua aspek yang mereka sorot jadi terasa tanggung dan kurang terbahas. Tidak demikian dengan Wall-E. Menontonnya sekali saja sudah kentara bahwa Wall-E menyorot tiga hubungan: sindiran mengenai pesan ekologi, sindiran bagaimana manusia kini terlalu bergantung pada teknologi, dan terakhir cinta tulus tak kenal pamrih dari seorang robot. Dan ketiga pesan ini semuanya tersampaikan dalam satu narasi yang utuh dan saling melengkapi satu sama lain.

Paruh pertama Wall-E yang dibilang banyak orang membosankan justru merupakan momen paling brilian dalam film ini. Karena disajikan minim dialog, mata kita praktis dimanjakan dengan bagaimana Pixar merender sebuah kemungkinan suram masa depan manusia bila kita terus menyia-nyiakan bumi tempat tinggal kita sekarang. Efeknya benar-benar menggugah, dan sama menghentaknya seperti ketika saya menonton An Inconvenient Truth. Tetap saya menilai Wall-E lebih brilian sebab An Inconvenient Truth kan film dokumenter mengenai global warming, jelas saja itu efek yang diharapkan Al Gore ketika membuat film tersebut. Sementara Wall-E tidak hanya berfokus pada masalah lingkungan tetapi juga percintaan antara Wall-E dan EVA, siapa yang tidak terpukau ketika keduanya berdansa dengan begitu romantisnya di luar angkasa?

Toh dengan semua pujian yang saya tulis untuk Wall-E, saya sepenuhnya sadar kalau besar kemungkinan Wall-E akan dinilai banyak pihak sebagai film yang membosankan. Mungkin penonton anak-anak di Indonesia sudah terlalu banyak dibuai menonton Dora the Explorer sehingga sulit menangkap film kartun yang lebih berbobot macam Wall-E.





Info: imdb

Download Film Wall-E versi BluRayRip: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5.
Password: mediafiremoviez.com
Gabung semua file pakai HJsplit

Download Subtitle Indonesia Wall-E: Sub Indo

Avatar (2009)

English:
The film is one that combines two different worlds. If I told my father, as the original cartoon together. This film tells of a paralyzed man who can control the avatar in another world. In the world of avatars, he was not paralyzed, just like aliens so, but they lived a rich man too. Well, something like an alien character of the Indians deh. To exit and enter the world of avatars, he must go into box-like box for tanning. The purpose he did it was carrying out orders the marines colonel. However, in the avatar world, he fell in love with a girl. In fact, he says, live in the outside world is real, which here is actually just a dream. How does their story next? Watch yourself well. :)

The film is pitted natural strength, life itself creatures with human-controlled technology. Humans who use the same technology dibatasin limited oxygen. Meanwhile, troops from the world of avatars can only use bamboo spears and arrows. Si Jake Sully (main character) itself confused, at first he was in favor at marines, since then met a girl in the avatar, he became defense avatar. If it so, 've finally caught her how? :)

Overall the movie is nice homepage. In fact, my mother who ngajakin watch gw loh. Gw mah actually not the intention. : P this movie is quite long duration, not less than two and half jelly. Gw aja who have the need to pee, finally not sempet sirem tuh potty (yes yes lah, he nyirem own people). The film is directed by the same director who directed Titanic, although long, but provides an interesting adventure. In fact there are some important values ​​in this film. The Jake's time in the world of avatars realize, if it turns out we only borrow energy, one day we shall return. Bener hell, even the day-to-day we just borrow energy from the same animals we eat plants.

In addition, this film also provides a motivational speech. Like really rich when Mel Gibson's speech before the war. Beh, Nampol. There are three motivational speech that I make shiver. First, the Braveheart before, then a second speech of Al Pacino (search on youtube aja, Al Pacino motivational speech), then a third well is the Jake Sully. :) Crazy again, after watching this i get two free movie ticket at Blitz. Nothing to do really, but I feel hockey wrote today. : D His opponent main characters also include an example. She is professional. Even the Jake is sempet diingetin for defending marines again.





Indonesia:
Film yang satu ini menggabungkan dua dunia yang berbeda. Kalo bokap gw bilang, kartun sama asli menyatu. Film ini menceritakan seorang lelaki lumpuh yang bisa mengendalikan avatar di dunia lain. Di dunia avatar itu, dia gak lumpuh, pokoknya mirip alien gitu, tapi mereka hidup kaya manusia juga. Yah, mirip-mirip alien bercorak suku Indian deh. Untuk keluar dan masuk dari dunia avatar itu, dia harus masuk ke box yang mirip box buat tanning. Tujuan dia melakukan itu adalah melaksanakan perintah si kolonel marinir. Akan tetapi, di dunia avatar itu, dia jatuh cinta sama cewek. Bahkan dia bilang, hidup di dunia luar itu nyata, yang di sini itu justru cuma mimpi. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Nonton sendiri yah. :)

Film ini mengadu kekuatan alami, makhuk hidup itu sendiri dengan teknologi yang dikendalikan manusia. Manusia yang menggunakan teknologi dibatasin sama oksigen yang terbatas. Sedangkan, pasukan dari dunia avatar cuma bisa menggunakan bambu runcing dan panah. Si Jake Sully (tokoh utama) sendiri bingung, awalnya dia berpihak sama marinir, trus semenjak ketemu cewek di avatar, dia jadi membela avatar. Kalo udah begini, udah ketauan kan akhirnya gimana? :)

Secara keseluruhan film Avatar ini bagus. Bahkan, nyokap gw loh yang ngajakin nonton. Gw mah gak niat sebenernya. :P Durasi film ini cukup panjang, gak kurang dari dua setengah jem. Gw aja yang kebelet pipis, akhirnya gak sempet sirem tuh pispot (ya iya lah, orang dia nyirem sendiri). Film yang disutradarai oleh sutradara yang sama saat menyutradarai Titanic ini, walaupun panjang, tapi menyediakan petualangan yang menarik. Bahkan ada beberapa nilai penting dalam film ini. Si Jake waktu di dunia avatar menyadari, kalo ternyata energi itu hanya kita pinjem, suatu saat kita harus mengembalikannya. Bener sih, bahkan sehari-hari kita cuma meminjam energi dari binatang sama tumbuhan yang kita makan.

Selain itu, film ini juga menyediakan motivational speech. Mirip banget kaya waktu Mel Gibson pidato sebelum perang. Beh, nampol. Ada tiga motivational speech yang bikin gw merinding. Pertama, yang braveheart tadi, trus yang ke-dua pidatonya Al Pacino (cari aja di youtube, al pacino motivational speech), trus yang ke-tiga yah ini si Jake Sully. :) Gilanya lagi, abis nonton ini gw dapet dua tiket nonton gratis di Blitz. Gak ada hubungannya sih, tapi berasa hoki aja gw hari ini. :D Lawannya tokoh utama juga termasuk teladan. Dia bersifat profesional. Bahkan si Jake ini sempet diingetin buat membela marinir lagi.



Info: imdb

Download film Avatar DVDscr: IMAGiNE

Download Subtitle Indonesia Avatar: Sub Indo

Monday, March 22, 2010

300 (2006)

English:
"Prepare for Glory" - King Leonidas

The words used by King Leonidas to his soldiers set fire to the spirit of this truly fitting to describe the 300! Colossal film is lifted from Frank Miller's graphic novel is making a big success everywhere and is the fourth best-selling after the colossal movie trilogy Lord of the Rings. 300 This is not a direct remake of the classic film The 300 Spartans past few decades. Although both describe the Battle of Thermopylae, 300 more based on Frank Miller's graphic novel. Funny thing is: Frank Miller's graphic novel was inspired to write after watching the movie The 300 Spartans!

Xerxes was the Persian king who has a vast empire. Most royal dither hear the name of Persian soldiers who allegedly was so much, when removing the arrow can cover the sun though! Target follows from the colony Xerxes is the Greek empire. Xerxes messenger is considered insulting by Leonidas. Leonidas did not willingly give up so easily requested by Xerxes and his administration made the puppet government. The messenger was killed - as well as sparking a major war with Xerxes.

In the kingdom of Greece, is customary to ask for blessing from the advisor in advance of war. Unfortunately advisers had been bribed by Xerxes and blinded by their greed. Not getting the blessing that means Leonidas can not officially go to war. He could only carry 300 soldiers and loyal best in the face of hundreds of thousands of Persians who began docked on the coast of Greece. Of course, 300 people were not just the soldiers beans. Xerxes will soon learn to realize that 300 people were the Spartan army!

300 is different from another colossal movie Troy and Gladiator-style because he worked with animation effects in the background. That's why film production is time consuming post-and pre-filming is longer than the shooting itself. If the shooting is said to not more than two months, after the shooting allegedly took almost a year! The results paid off when we can enjoy the animation is very beautiful - sharp - and artistic.

I really salute the bodies of the actors in this film. They all have bodies and features six-pack (even my friend who jokingly says "Six pack? Ga level of man. Eight pack."). Zack Synder previously satisfied comforted me through the horror action zombie in Dawn of the Dead once again managed to make me stunned by his ability menghidupkang Frank Miller graphic novel of this. Speaking of actors appearances, which deserve the name may simply Gerard Butler and Rodrigo Santoro. I am more of a salute to Butler himself was commanding the entire film 300. He managed to bring the figure of heroic Leonidas to the big screen. He managed to appear as a husband who loves his wife, the man who fought for the sovereignty of its people, and the great generals in the eyes of his men. No exaggeration if I equate appearance with Russell Crowe in Gladiator first.

300 is not exactly a movie but rather a colossal pure fantasy mixed with colossal. Many observers say that this movie the main reason why the 300 can be very successful in the market while another colossal films kinds Alexander, Kingdom of Heaven, to King Arthur are all flops and failed miserably at the Box Office (believe do not believe, the combined amount of all three Box Office did not achieve revenue 3/4nya than 300!).

Overall, I really enjoy the 300. Historical facts presented in this film misses an existing course of history. After all, look at all the 300 soldiers hit anything offered to them accompanied by upbeat music and score Tyler Bates seemed far more stylish. So, are you ready for your glory?





Indonesia:
Prepare for Glory” - King Leonidas

Kata-kata raja Leonidas yang digunakan untuk membakar semangat para prajuritnya ini benar-benar pas untuk menggambarkan 300! Film kolosal yang diangkat dari graphic novelnya Frank Miller ini meraup kesuksesan besar di mana-mana dan merupakan film kolosal keempat terlaris setelah trilogi Lord of the Rings. 300 ini bukanlah remake langsung dari film klasik The 300 Spartans beberapa puluh tahun yang lampau. Kendati sama-sama menggambarkan Battle of Thermopylae, 300 lebih berdasarkan graphic novelnya Frank Miller. Lucunya: Frank Miller terinspirasi menulis graphic novel itu setelah menonton film the 300 Spartans!

Xerxes adalah raja Persia yang memiliki kekaisaran yang sangat luas. Kebanyakan kerajaan gentar mendengarkan nama dari tentara-tentara Persia yang konon saking banyaknya, apabila melepas panah bisa menutupi matahari sekalipun! Target berikut dari jajahan Xerxes adalah kerajaan Yunani. Pembawa pesan Xerxes dianggap menghina oleh Leonidas. Leonidas tidak sudi diminta menyerah begitu saja oleh Xerxes dan pemerintahannya dijadikan pemerintahan boneka. Sang messenger pun dihabisi - sekaligus mencetuskan sebuah perang besar dengan Xerxes.

Dalam kerajaan Yunani, adalah adat untuk meminta restu dari penasehat dalam maju perang. Celakanya para penasehat itu telah disuap oleh Xerxes dan dibutakan oleh ketamakan mereka. Tidak mendapatkan restu itu berarti Leonidas tidak bisa maju berperang secara resmi. Ia hanya bisa membawa 300 prajurit terbaik dan loyal dalam menghadapi ratusan ribu orang Persia yang mulai merapat di pantai Yunani. Tentu saja 300 orang itu bukan sekedar para prajurit kacangan. Xerxes akan segera belajar menyadari bahwa 300 orang itu adalah para tentara Spartan!

300 berbeda dengan film kolosal lain ala Troy dan Gladiator karena dia digarap dengan efek animasi sebagai latarnya. Itulah kenapa produksi film ini memakan waktu pasca dan pra syuting yang lebih lama ketimbang syutingnya sendiri. Apabila syutingnya konon tidak lebih dari dua bulan, pasca syutingnya konon makan waktu hampir setahun! Hasilnya terbayar ketika kita bisa menikmati animasi yang sangat indah - tajam - dan artistik.

Saya benar-benar salut dengan badan-badan para aktor di film ini. Mereka semua memiliki badan dan fitur six-pack (bahkan ada teman saya yang berkelakar mengatakan “Six pack? Ga level man. Eight pack.“). Zack Synder yang sebelumnya puas menghibur saya melalui aksi horror zombie dalam Dawn of the Dead sekali lagi berhasil membuat saya terpana dengan kepiawaiannya menghidupkang graphic novelnya Frank Miller ini. Bicara soal penampilan aktornya, yang pantas disebut mungkin hanyalah Gerard Butler dan Rodrigo Santoro. Saya lebih salut kepada Butler yang seorang diri mengomandoi seluruh film 300 ini. Dia berhasil dengan gagah membawakan sosok Leonidas ke layar lebar. Ia berhasil tampil sebagai suami yang mencintai istrinya, pria yang berjuang demi kedaulatan rakyatnya, dan jenderal yang hebat di mata anak buahnya. Tidak berlebihan kalau saya menyamakan penampilannya dengan Rusell Crowe di Gladiator dulu.

300 tidak bisa dibilang sebagai film kolosal murni tetapi lebih merupakan fantasi yang bercampur dengan kolosal. Banyak pengamat film mengatakan bahwa inilah alasan utama kenapa 300 bisa sangat sukses di pasaran sementara film-film kolosal lain macam Alexander, Kingdom of Heaven, sampai King Arthur semuanya flop dan gagal total di Box Office (percaya tidak percaya, jumlah Box Office gabungan dari ketiganya pun tidak mencapai 3/4nya pendapatan dari 300!).

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati 300. Fakta historis yang disajikan film ini meleset tentunya dari sejarah yang ada. Toh, melihat 300 prajurit menghantam segala apapun yang disodorkan pada mereka diiringi dengan musik dan score upbeat Tyler Bates serasa jauh lebih stylish. So, are you ready for your glory?



Info: imdb

Download Film 300 DVDrip: aXXo

Download subtitle Indonesia 300: Sub Indo


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms